Pengertian Algoritma Pemrograman
Algoritma adalah langkah-langkah yang disusun secara tertulis dan berurutan untuk menyelesaikan suatu masalah. Sedangkan Algoritma pemrograman adalah langkah-langkah yang ditulis secara berurutan untuk menyelesaikan masalah pemrograman komputer.
Dalam pemrograman yang sederhana, Algoritma merupakan langkah pertama yang harus ditulis sebelum menuliskan program. Masalah yang dapat diselesaikan dengan pemrograman komputer adalah masalah-masalah yang berhubungan dengan perhitungan matematik.
Hal yang penting dikuasai dalam pemrograman adalah logika berpikir bagaimana cara memecahkan masalah pemrograman yang akan dibuat. Kadang-kadang ada masalah matematika yang sangat gampang jika diselesaikan secara tertulis, tetapi cukup sulit jika diterjemahkan ke dalam pemrograman. Jika menemukan hal seperti itu, maka algoritma dan logika pemrograman sangat penting untuk memecahkan masalah.
Struktur dasar Algoritma
1. Sekuensial (Runtunan)
Bentuk struktur sekuensial itu seperti disamping, pada struktur sekuensial ni langkah-langkah yang dilakukan dalam algoritma diproses secara berurutan.
dimulai dari langkah pertama, kedua, dan seterusnya. Pada dasarnya suatu program memang menjalankan suatu proses dari yang dasar seperti struktur ini.
2. Struktur Seleksi
Struktur seleksi menyatakan pemilihan langkah yang didasarkan oleh suatu kondisi atau pengambilan suatu keputusan. Struktur ini ditandai selalu dengan bentuk flowchart decision (flowcart yang berbentuk belah ketupat).
Banyak contoh yang dapat kita terapkan pada struktur jenis ini jika itu menyangkut keputusan, diantaranya: diskon yang berbeda berdasarkan jumlah barang yang ingin dibeli.3. Struktur Perulangan
Struktur ini memberikan suatu perintah atau tindakkan yang dilakukan beberapa kali. Misalnya jika teman mau menuliskan kata “Belajar C” sebanyak sepuluh kali. akan lebih efisien jika teman menggunakan sturktur ini dari pada sekedar menuliskannya berturut-turut sebanyak sepuluh kali.
Pengenalan Tipe Data, Variabel
dan Operator
A. TIPE DATA
Setiap data memiliki tipe data, apakah merupakan angka bulat (integer), angka biasa (real), atau berupa karakter (char), dan sebagainya.
Ada dua kategori dari tipe data yaitu tipe dasar dan tipe bentukan.
a) Tipe dasar adalah tipe data yang selalu tersedia pada setiap bahasa pemograman, antara lain :
1. Bilangan bulat
a. Integer (-32768 s/d +32768)
Bilangan atau angka yang tidak memiliki titik desimal atau pecahan seperti +10,-1024,+32767,+255. Tipe data ini dapat ditulisakan sebagai integer atau int.
Operasi aritmatiknya terdiri dari : tambah +, kurang -, kali *, bagi /, sisa hasil bagi %.
Operasi Pembandingan terdiri dari : lebih kecil <, lebih kecil atau sama <=, lebih besar >, lebih besar atau sama >=
b. Long (-16 juta s/d16 juta)
c. Byte (0 s/d 255)
2. Bilangan pecahan
a. Double (3,7x10-308 s/d 3,7x10+308)
b. Float (3,4x10-38 s/d 3,4x10+38)
3. Karakter
a. Char
Karakter adalah data tunggal yang mewakili semua huruf, simbol baca dan juga simbol angka yang tidak dapat dioperasikan secara sistematis. Tipe ini dapat dituliskan sebagai char.
b) Tipe bentukan adalah tipe data yang dibentuk dari kombanisasi tipe dasar, antara lain :
1. Array (larik)
Selama ini kita menggunakan satu variabel untuk menyimpan 1 buah nilai dengan tipe data tertentu.
misalnya : int a1,a2,a3,a4,a5;
Deklarasi variabel diatas menggunakan menyimpan 5 data integer dimana masing-masing variabel diberi nama a1,a2,a3,a4,a5. Jika kita memiliki 10 data integer atau mungkin 100 data integer bahkan mungkin kita tidak ketahui atau mungkin bersifat dinamis. Saat ini lah kita menggunakan tipe bentukan Array.
Array adalah tipe data bentukan yang merupakan wadah untuk menampung beberapa nilai data yang sejenis
2. String
String adalah tipe data bentukan yang merupakan deretan karakter yang membentuk satu kata atau satu kalimat, yang biasanya dapat dua tanda kutip.
B. VARIABEL
Variabel adalah nama yang mewakili sutau elemen data seperti : jenkel untuk jenis kelamin, t4lahir untuk tempat lahir, alamat unutk alamat dan sebagainya. Ada aturan tertentu yang wajib diikuti dalam pemberian nama variabel, antara lain :
a. Harus dimulai dengan abjad tidak boleh dengan angka atau simbol.
b. Tidak boleh ada spasi diantaranya
c. Jangan menggunakan simbol-simbol yang bisa membingungkan seperti titik dua, titik koma, kima, dan sebagainya.
d. Sebaiknya memiliki arti yang sesuai dengan elemen data
e. Sebaiknya tidak terlalu panjang
Cobtoh variabel yang bernar : Nama, Alamat, Nilai_Ujian
Contoh Variabel yang salah : 4XYZ,IP rata, Var :+xy,458;
C. OPERATOR dan OPERAND
Operand adalah data, tetapan, peubah atau hasil dari suatu fungsi sedangkan Operator merupakan simbol-simbol yang memiliki fungsi untuk menghubungkan operand sehingga menjadi tranformasi.
Jenis-jenis operator adalah sebagai berikut :
Jenis-jenis operator adalah sebagai berikut :
1. Operator Aritmetika
Operator untuk melakukan fungsi aritmetika seperti : +(penjumlahan), - (mengurangkan), * (mengalikan), / (membagi).
2. Operator relational
Operator untuk menyatakan relasi atau perbandingan antara dua operand, seperti > (lebih besr), < (lebih kecil), >=(lebih besar atau sama), <= (lebih kecil atau sama), == (sama), != (tidak sama).
3. Operator Logik
Operator untuk merelasikan operand secara logis seperti && (and), || (or), !(not).
Pengertian Flowchart dan simbol simbol
Pengenalan Flowchart
Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.
Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program dengan bahsa pemrograman.
Simbol-simbol Flowchart
Flowchart disusun dengan simbol-simbol. Simbol ini dipakai sebagai alat bantu menggambarkan proses di dalam program. Simbol-simbol yang dipakai antara lain :
Flow Direction symbol
Yaitu simbol yang digunakan untuk menghubungkan antara simbol yang satu dengan simbol yang lain. Simbol ini disebut juga connecting line.
Terminator Symbol
Yaitu simbol untuk permulaan (start) atau akhir (stop) dari suatu kegiatan
Connector Symbol
Yaitu simbol untuk keluar – masuk atau penyambungan proses dalam lembar / halaman yang sama.
Connector Symbol
Yaitu simbol untuk keluar – masuk atau penyambungan proses pada lembar / halaman yang berbeda.
Processing Symbol
Simbol yang menunjukkan pengolahan yang dilakukan oleh komputer
Simbol Manual Operation
Simbol yang menunjukkan pengolahan yang tidak dilakukan oleh komputer
Simbol Decision
Simbol pemilihan proses berdasarkan kondisi yang ada.
Simbol Input-Output
Simbol yang menyatakan proses input dan output tanpa tergantung dengan jenis peralatannya
Simbol Manual Input
Simbol untuk pemasukan data secara manual on-line keyboard
Simbol Preparation
Simbol untuk mempersiapkan penyimpanan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan di dalam storage.
Simbol Predefine Proses
Simbol untuk pelaksanaan suatu bagian (sub-program)/prosedure
Simbol Display
Simbol yang menyatakan peralatan output yang digunakan yaitu layar, plotter, printer dan sebagainya.
Simbol disk and On-line Storage
Simbol yang menyatakan input yang berasal dari disk atau disimpan ke disk.
Kaidah-kaidah pembuatan Flowchart
Dalam pembuatan flowchart tidak ada rumus atau patokan yang bersifat mutlak. Karena flowchart merupakan gambaran hasil pemikiran dalam menganalisa suatu masalah dengan komputer. Sehingga flowchart yang dihasilkan dapat bervariasi antara satu pemrogram dengan pemrogram lainnya.
Namun secara garis besar, setiap pengolahan selalu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu;
- Input berupa bahan mentah
- Proses pengolahan
- Output berupa bahan jadi.
Untuk pengolahan data dengan komputer, dapat dirangkum urutan dasar untuk pemecahan suatu masalah, yaitu;
- START: berisi instruksi untuk persiapan perlatan yang diperlukan sebelum menangani pemecahan masalah.
- READ: berisi instruksi untuk membaca data dari suatu peralatan input.
- PROCESS: berisi kegiatan yang berkaitan dengan pemecahan persoalan sesuai dengan data yang dibaca.
- WRITE: berisi instruksi untuk merekam hasil kegiatan ke perlatan output.
- END: mengakhiri kegiatan pengolahan
Gambar berikut memperlihatkan flowchart dari kegiatan dasar diatas
Dari gambar flowchart di atas terlihat bahwa suatu flowchart harus terdapat proses persiapan dan proses akhir. Dan yang menjadi topik dalam pembahasan ini adalah tahap proses. Karena kegiatan ini banyak mengandung variasi sesuai dengan kompleksitas masalah yang akan dipecahkan. Walaupun tidak ada kaidah-kaidah yang baku dalam penyusunan flowchart, namun ada beberapa anjuran yaitu:
- Hindari pengulangan proses yang tidak perlu dan logika yang berbelit sehingga jalannya proses menjadi singkat
- Penggambaran flowchart yang simetris dengan arah yang jelas.
- Sebuah flowchart diawali dari satu titik START dan diakhiri dengan END.
Algoritma Percabangan
1. Penulisan percabangan 1 kondisi
if then
pernyataan
penjelasan :
Jika <kondisi> bernilai benar maka pernyataan dikerjakan, sedangkan jika tidak, maka pernyataan tidak dikerjakan dan proses langsung keluar dari percabangan
Flowchart :
2. Penulisan percabangan 2 kondisi
if then
pernyataan1
else
pernyataan2
penjelasan :
Jika <kondisi> bernilai benar maka pernyataan1 dikerjakan. Sedangkan jika tidak (<kondisi> bernilai salah), maka pernyataan yang dikerjakan adalah pernyataan2. Berbeda dengan percabangan satu kondisi, pada percabangan dua kondisi ada dua pernyataan untuk dua keadaan kondisi, yaitu untuk <kondisi> yang bernilai benar dan <kondisi> yang bernilai salah
Flowchart :
3. Penulisan percabangan lebih dari 2 kondisi
If then
Pernyataan1
else if then
Pernyataan2
...
else if then
Pernyataan(n)
else
Pernyataan(n)
Penjelasan :
Mula-mula <kondisi1> dicek nilai kebenarannya. Jika benar, maka dikerjakan pernyataan1. Jika salah, maka dicek nilai kebenaran <kondisi2>. Jika <kondisi2> benar, maka dikerjakan pernyataan2. Jika tidak algoritma akan mengecek ke kondisi berikutnya dengan cara yang sama dengan yang sebelumnya. Terakhir, jika semua kondisi bernilai salah, maka pernyataan yang dikerjakan adalah Pernyataan(n+1).
Flowchart :
4. Penulisan percabangan bersarang
If then
if then
Pernyataan1
else
Pernyataan2
else
If
Pernyataan3
else
Pernyataan4
Penjelasan :
Mula-mula <kondisi1> dicek nilai kebenarannya. Jika benar, maka dicek nilai kebenaran <kondisi2>. Jika <kondisi2> benar, maka dikerjakan pernyataan1. Jika tidak algoritma akan dikerjakan pernyataan2. Jika <kondisi1> tidak benar maka akan dicek nilai kebenaran . Jika <kondisi3> benar, maka dikerjakan pernyataan3. Jika tidak akan dikerjakan pernyataan4.
Flowchart :
CONTOH SOAL
1. Buat algoritma yang menerima tiga buah angka masukan dan menampilka hasil yang paling besar dari ketiga masukan!
penyelesaian :
Input : A B C
proses : If (A>B and A>C) then
("A nilai tertinggi")
else
if (B>C and B>A) then
("B nilai tertinggi")
else
if (C>A and C<B) then
("C nilai tertinggi")
else
end if
Output : A_Nilai_tertinggi
B_Nilai_tertinggi
C_Nilai_tertinggi
2. Buat algoritma untuk menseleksi suatu bilangan dengan ketentuan sebagai berikut :
0 <=nilai<30 : Nilai rendah
30<=nilai<60 : Nilai sedang
60<=nilai<100 : Nilai tertinggi
penyelesaian:
Input : Nilai (integer)
Proses : If (0<=Nilai<30) then
("Nilai rendah")
else
If (30<=Nilai<60) then
("Nilai sedang")
else
If (60<=Nilai<100) then
("Nilai tertinggi")
else
end if
end if
end if
Output : Nilai
Terima Kasih
1. Penulisan percabangan 1 kondisi
if then
pernyataan
penjelasan :
Jika <kondisi> bernilai benar maka pernyataan dikerjakan, sedangkan jika tidak, maka pernyataan tidak dikerjakan dan proses langsung keluar dari percabangan
Flowchart :
2. Penulisan percabangan 2 kondisi
if then
pernyataan1
else
pernyataan2
penjelasan :
Jika <kondisi> bernilai benar maka pernyataan1 dikerjakan. Sedangkan jika tidak (<kondisi> bernilai salah), maka pernyataan yang dikerjakan adalah pernyataan2. Berbeda dengan percabangan satu kondisi, pada percabangan dua kondisi ada dua pernyataan untuk dua keadaan kondisi, yaitu untuk <kondisi> yang bernilai benar dan <kondisi> yang bernilai salah
Flowchart :
3. Penulisan percabangan lebih dari 2 kondisi
If then
Pernyataan1
else if then
Pernyataan2
...
else if then
Pernyataan(n)
else
Pernyataan(n)
Penjelasan :
Mula-mula <kondisi1> dicek nilai kebenarannya. Jika benar, maka dikerjakan pernyataan1. Jika salah, maka dicek nilai kebenaran <kondisi2>. Jika <kondisi2> benar, maka dikerjakan pernyataan2. Jika tidak algoritma akan mengecek ke kondisi berikutnya dengan cara yang sama dengan yang sebelumnya. Terakhir, jika semua kondisi bernilai salah, maka pernyataan yang dikerjakan adalah Pernyataan(n+1).
Flowchart :
4. Penulisan percabangan bersarang
If then
if then
Pernyataan1
else
Pernyataan2
else
If
Pernyataan3
else
Pernyataan4
Penjelasan :
Mula-mula <kondisi1> dicek nilai kebenarannya. Jika benar, maka dicek nilai kebenaran <kondisi2>. Jika <kondisi2> benar, maka dikerjakan pernyataan1. Jika tidak algoritma akan dikerjakan pernyataan2. Jika <kondisi1> tidak benar maka akan dicek nilai kebenaran . Jika <kondisi3> benar, maka dikerjakan pernyataan3. Jika tidak akan dikerjakan pernyataan4.
Flowchart :
CONTOH SOAL
1. Buat algoritma yang menerima tiga buah angka masukan dan menampilka hasil yang paling besar dari ketiga masukan!
penyelesaian :
Input : A B C
proses : If (A>B and A>C) then
("A nilai tertinggi")
else
if (B>C and B>A) then
("B nilai tertinggi")
else
if (C>A and C<B) then
("C nilai tertinggi")
else
end if
Output : A_Nilai_tertinggi
B_Nilai_tertinggi
C_Nilai_tertinggi
2. Buat algoritma untuk menseleksi suatu bilangan dengan ketentuan sebagai berikut :
0 <=nilai<30 : Nilai rendah
30<=nilai<60 : Nilai sedang
60<=nilai<100 : Nilai tertinggi
penyelesaian:
Input : Nilai (integer)
Proses : If (0<=Nilai<30) then
("Nilai rendah")
else
If (30<=Nilai<60) then
("Nilai sedang")
else
If (60<=Nilai<100) then
("Nilai tertinggi")
else
end if
end if
end if
Output : Nilai






















Tidak ada komentar:
Posting Komentar